MENGENANG
DAN MENELADANI NILAI-NILAI PERJUANGAN RASULULLAH SAW DAN PARA SAHABAT
Di dalam Al-Qur'an dinyatakan bahwa Rasulullah Saw itu
adalah teladan yang baik bagi kita. Salah satu dari sekian banyak hal yang harus kita
teladani dari beliau dengan para sahabatnya adalah dari sisi perjuangan menyebarkan dan
menegakkan nilai-nilai Islam. Ini menjadi amat penting dalam upaya mencapai sukses dalam
mencapai kejayaan umat sebagaimana sukses yang telah diraih oleh Rasul dan para
sahabatnya.
Sekurang-kurangnya ada enam hal yang harus kita kenang
dan kita teladani dari perjuangan yang dilaksanakan oleh Rasulullah Saw dengan para
sahabatnya.
1. Perencanaan Yang Matang.
Perjuangan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw menghadapi
banyak kesulitanMeskipun perjuangan Rasul kalau mendapatkan kesulitan akan memperoleh
pertolongan dari Allah Swt, tetap saja Rasul Saw dalam perjuangannya tidak mengandalkan
pertolongan Allah itu lalu beliau santai-santai saja, sama sekali tidak. Tapi beliau
justeru membuat perencanaan yang matang tentang strategi perjalanan hijrah agar
kendala-kendala bisa dicegah menjadi sedikit mungkin. Perencanaan yang matang itu misalnya
dengan ditugaskannya Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidur Nabi guna mengecohkan
porang-orang kafir yang hendak membunuh Nabi, perencanaan yang matang juga nampak dari
tidak langsungnya Rasulullah berangkat ke Madinah, tapi beliau singgah dulu di gua Tsur
selama 3 hari guna menyulitkan percarian terhadap Nabi yang dilakukan oleh orang-orang
kafir, begitu juga dengan perintah kepada Umar bin Khattab guna mengalihkan opini terhadap
orang-orang kafir tentang kepergian bai ke Madinah, bahkan jauh sebelumnya Rasul telah
mengutus Mushab bin Umair
untuk dawah ke Madinah guna
mendapatkan peluang wilayah hijrah bila tingkat permusuhan orang-orang kafir Quraisy
semakin menjadi-jadi dan banyak lagi sisi-sisi perencanaan yang matang dalam kaitan
hijrah.
Itu semua merupakan suatu isyarat dari Rasul Saw bahwa
perjuangan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, bila tidak menjadi tidak jelas
target apa yang harus dicapai dan apa saja aktivitas yang harus dilaksanakan.
2. Kerjasama Yang Baik.
Dalam hijrah amat nampak bagi kita bagaimana Rasul Saw
dan para sahabatnya bahu membahu dan saling kerjasama yang baik. Rasul Saw telah membagi
tugas yang sesuai dengan kondisi masing-masing sahabat dan para sahabat menjalankan amanah
yang diberikan oleh Rasul Saw dengan sebaik-baiknya. Tak ada dikalangan para sahabat yang
iri dengan sahabat yang lain. Semuanya diterima dan dilaksanakan dengan baik
meskipunresikonya sangat besar. Misalkan saja, Ali ditugaskan oleh Rasul untuk tidur di
tempat tidur beliau, ini merupakan tugas yang resikonya sangat tinggi bila dilaksanakan
karena Rasulullah adalah orang yang sedang dalam anacaman pembunuhan dari orang kafir dan
ketika orang-orang kafior menggerebekl kamar tidur Nabi dan yang mereka dapati hanya Ali
lalu Ali ditanya tentang dimana Nabi berada; dengan keberanian yang hebat Ali menjawab
tidak tahu --meskipun sebenarnya dia tahu-- dan Ali akhirnya harus mengalami siksaan dari
orang-orang kafir. Umar bin Khattab juga mendapat tugas dengan resiko yang berat, yakni
membentuk opini dengan mengatakan: siapa yang ingin anaknya menjadi yatim dan isterinya menjadi janda, cegahlah aku,
karena aku akan segera menyusul Nabi berangkat ke MadinahE Ungkapan Umar ini membuat orang-orang kafir menjadi heran; kapan
Muhammad pergi ke Madinah, padahal beliau masih di kota Makkah. Abu Bakar Ash Shiddik juga
bertugas menjadi pendamping Rasul yang setia meskipun resikonya juga sangat besar, apalagi
nabi mau dibunuh yang seandainya mereka tahu dimana Nabi bersumbunyi, tentu Abu Bakar juga
akan dibunuh oleh mereka. Tapi Abu Bakar tetap menjadi pendamping Rasul dalam
persembunyiannya di gua tsur selama tiga hari, bahkan anak-anaknya Abu Bakar juga
memberikan dukungan penuh dalam kerjasama yang baik, mereka membawakan makanan dan
memberikan informasi-informasi penting untuk Rasul dan Abu Bakar.
Itulah diantara contoh-contoh bagaimana Rasul dan para
sahabatnya telah bekerjasama dengan baik dalam perjalanan hijrah itu. Ini juga menjadi
isyarat bagi kita bahwa perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam di muka bumi ini tidak
mungkin dilakukan oleh seorang diri, sehebat apapun kualitas orang itu, makanya diperlukan
orang banyak dengan kualitas yang baik dalam perjuangan menegakkan Islam dan orang yang
banyak itu harus bekerjasama sebagaimana bangunan yang saling kuat menguatkan dan lengkap
melengkapi, inilah memang model perjuangan yang disenangi oleh Allah Swt sebagaimana
firman-Nya di dalam Al-Qur'an yang artinya: Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang
berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu
bangunan yang tersusun kokoh (QS 61:4).
3. Pengorbanan Yang Besar.
Hijrah Nabi dan para sahabatnya ke Madinah juga
memberikan contoh kepada kita betapa yang namanya perjuangan itu memang menuntut
pengorbanan, baik pengorbanan harta, jiwa, tenaga, pikiran, waktu dan perasaan. Dengan
perasaan yang berat, Nabi dan para sahabatnya harus ikhlas meninggalkan kampung halaman
dan keluarga, Ali bin Abi Thalib dan Asma binti Abu Bakar hampir saja tewas karena
menanggung derita penyiksaan yang dilakukan orang-orang kafir terhadap dirinya dengan
sebab menjaga rahasia tempat persembunyian Nabi dan Abu Bakar di gua Tsur,
Abu Bakar sendiri berkorban dengan semua uang yang
dimilikinya sebagai bekal dalam perjalanan jauh menuju Madinah, sementara sahabat-sahabat
Nabi yang berada di Madinah dengan keikhlasan yang tiada terkira siap mengorbankan
kepentingan-kepentingan pribadi dan keluarga mereka guna menolong sahabat-sahabat dari
Makkah dan itu pula sebabnya mengapa mereka disebut sebagai kelompok anshar yang artinya
penolong.
Dengan pengorbanan yang besar itulah, perjuangan insya
Allah akan mencapai hasil yang maksimal, sedang orang-orang yang berkorban dengan penuh
keiskhlasan telah dijamin oleh Allah terhindar dari azab neraka yang pedih dan mereka akan
dimasukkan ke dalam syurga. Allah berfirman yang artinya: Hai orang-orang yang beriman,
sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang
pedih?. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan
harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya (QS 61:10-11).
Di dalam ayat yang lain, Allah Swt menegaskan tentang
jaminan syurga itu, Allah berfirman yang artinya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari
orang-orang mumin, diri dan
harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka (QS 9:111).
4. Kesungguhan Yang Mantap.
Hijrah merupakan perjalanan yang jauh, mencekam dan
sulit. Oleh karena itu hijrah harus dilaksanakan dengan niat ikhlas agar bisa
bersungguh-sungguh, tanpa kesungguhan, tidaklah mungkin hijrah itu bisa terlaksana, kalau
toh secara fisik seseorang berhasil sampai ke tujuan hijrah, tidak ada nilai pahala
sedikitpun dari Allah Swt, itu pula sebabnya Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang
sangat kita kenal:
Sesungguhnya amal itu sangat tergantung pada niatnya dan
yang teranggap bagi tiap orang apa yang ia niatkan. Maka siapa yang berhijrah semata-mata
karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrah itu diteoleh Allah dan Rasul-Nya. Dan
siapa yang hijrah karena karena keuntungan duniawi yang dikejarnya atau karena perempuan
yang akan dikawininya, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia niat hijrah kepadanya (HR.
Bukhari dan Muslim).
5. Persaudaraan Yang Indah.
Setelah Rasul dan para sahabatnya tiba di Madinah,
sambutan luar biasa ternyata diperlihatkan oleh orang-orang Madinah, bahkan Rasul Saw
sendiri sampai bingung harus tinggal dimana, bingung bukan karena tidak ada tempat untuk
beliau, tapi bingung karena hampir semua orang Madinah menginginkan agar Rasul menetap
di rumah mereka. Oleh karena itu Rasul saw menyatakan?
bahwa biarkan unta ini berhenti, dimana dia berhenti, disitulah saya akan menetap. Para
sahabat yang lain juga diterima dengan senang hati untuk menetap di rumah kaum muslimin
Madinah, bahkan ada diantara orang-orang Anshar itu yang membagi hartanya menjadi dua
untuk diberikan kepada orang Muhajirin serta menyiapkan jodoh seorang wanita yang shalihah
untuk diperisteri.
Persaudaraan yang indah itu diperkokoh lagi oleh
Rasulullah dengan dibangunnya sebuah masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid
Nabawi, masjid yang difungsikan sebagai pusat pembinaan umat dan persaudaraan kaum
muslimin merupakan sesuatu yang dibinanya.
Ini merupakan isyarat dari Rasul bahwa perjuangan yang
berat dalam menegakkan ajaran Islam mesti ditopang dengan ukhuwah dikalangan kaum
muslimin, bila tidak, meskipun potensi yang dimiliki oleh kaum muslimin sedemikian besar,
tanpa ukhuwah akan membuat kaum muslimin menjadi tidak potensial sehingga mudah
dipermainkan oleh orang-orang kafir.
6. Kebanggan Sebagai Muslim.
Sambutan yang sedemikian hangat, persaudaraan yang
sedemikian indah dan kokoh serta pembangunan kota Madinah yang berhasil dilakukan oleh
Nabi dan para sahabatnya membuat kaum muslimin baik dari muhajirin maupun anshar semakin
memiliki kebanggan sebagai muslim. Kebanggan sebagai muslim ini merupakan modal yang
sangat berarti bagi perjuangan selanjutnya dan ini memang betul-betul terjadi.
Maka dengan kemajuan yang dicapai oleh kaum muslimin
membuat orang-orang kafir Quraisy iri dan dengki, merekapun akhirnya menyulut kembali api
permusuhan dan dua tahun sesudah hijrah itulah meletus perang yang pertama antara kafir
dengan muslim. Perang sebenarnya sudah dihindari oleh Nabi dengan hijrah ke Madinah, tapi
kalau sudah hijrah mereka tatap saja menyerang, apa boleh buat; kalau musuh sudah
menyerang tak pantas lagi kita lari. Dan peperanganpun dimenangkan oleh kaum muslimin.
Ini juga sebuah isyarat bagi kita bahwa kebanggan sebagai
muslim itu memang sangat diperlukan agar seseorang bisa konsekuen sebagai seorang muslim,
karena itu Allah memperingatkan kita agar tidak minder sebagai seorang muslim, Allah
berfirman yang artinya: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih
hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang
yang beriman (QS 3:139).
Inilah beberapa poin diantara hal-hal yang harus menjadi
hasil dari peringatan tahun baru Islam dari tahun ke tahun. Selamat tahun baru, semoga
perjalanan hidup kita selalu lebih baik dari waktu ke waktu
Drs. H. Ahmad Yani
Email: ayani@indosat.net.id
*)Terima kasih bila anda ikut menyebarluaskan artikel ini
- (Selasa, 27Maret 2001) |